Tuesday, 27 October 2015

Kajian Islami : 10 Ciri Orang yang Sholatnya Tidak Diterima Allah SWT

Assalamu'alaikum...



Beberapa waktu lalu, saya telah membahas tentang bebrapa ciri kelompok orang yang sholatnya tidak diterima Allah SWT , apabila pembaca belum sempat membacanya, silahkan cek di artikel Orang yang Sholatnya Tidak Diterima. Kali ini saya mencoba untuk membahas kembali tentang kelompok-kelompok atau jenis orang yang tidak diterima sholatnya.

10 Ciri Orang yang Sholatnya Tidak Diterima Allah SWT



Seperti yang kita ketahui, untuk seseorang yang mengaku dirinya muslim, sholat adalah sesuatu kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan, apabila ingin mendapat ridha Allah dan masuk ke surganya, maka mereka pasti akan dengan sungguh-sungguh menjaga sholatnya.. Sebagaimana seseorang melakukan sesuatu, pasti ada cara dan syarat agar apa yang telah dilakukannya dapat membuahkan hasil yang maksimal, atau paling tidak , dapat memenuhi syarat agar diterima, tak terkecuali sholat yang pastinya hampir semua muslim mendapatkan pendidikan tentang bagaimana melakukan dan mendirikan sholat sedari kecil.. silahkan baca juga perbedaan melakukan dan mendirikan sholat.

Untuk seorang muslim yang taat, pastinya sudah melakukan sholat ribuan rakaat seumur hidupnya, tapi apakah pembaca sempat terpikir apakah sholat yang selama ini dilakukannya diterima oleh Allah SWT ?

Berikut ini saya tuliskan Hadis Rasulullah tentang 10 kelompok muslim yang tidak diterima shoaltnya oleh Allah SWT :

1. Seorang lelaki yang melakukan sholat sendirian dan dia tidak membaca sesuatu apapun.
2. Seorang lelaki yang melaksanakan sholat tetapi dia tidak membayarkan zakatnya.
3. Seorang lelaki yang meminum arak dan tidak juga betaubat ( meninggalkannya ).
4. Seorang imam sholat padahal orang-orang yang menjadi makmum sholatnya membencinya karena suatu alasan. Hal ini sering terjadi di kehidupan nyata, dimana biasanya suatu masjid mempunyai imam sholat yang itu-itu saja, dan apabila digantikan merasa tersingggung atau malah sholat berjamaah tidak kunjung mulai sebelum imam tsb belum muncul, padahal makmum membencinya misalnya karena sering salah bacaaan.
5. Seorang anak laki-laki yang melarikan diri dari rumah tanpa ijin dari kedua orang tuanya. Jaman sekarang juga banyak terjadi hal seperti ini, biasanya para remaja yang tidak terima ditegur orang tuanya, atau karena keinginannya tidak dikabulkan orang tuanya.
6. Seorang istri yang suaminya marah kepada si istri tsb dan istri tsb tidak terima.
7. Pemimpin yang menyombongkan diri dan dzalim.
8. Wanita yang tidak menutup auratnya.
9. Seorang yang memakan riba'.
10. Seseorang yang sholatnya tidak merubah dia dari perbuatan keji dan mungkar.

(HR Bukhari)


Mudah-mudahan para pembaca sekalian tidak termasuk dalam golongan tersebut diatas, agar semua sholatnya diterima oleh Allah SWT. Aamiiin...

Saturday, 24 October 2015

Kajian Islami : Pasrah dan Tawakkal kepada Allah


Assalamu'alaikum....


Alhamdulillah.. Setelah beberapa lama admin nggak bisa posting karena kesibukan dikantor, akhirnya dapet kesempatan menulis kembali disela-sela nyuci baju :p

Kali ini saya mau mencoba membahas tentang pasrah, sesuatu hal yang pastinya udah sering pembaca dengar, atau mungkin pembaca katakan. Tetapi kebanyakan pembaca pasti mendengar kata pasrah didalam kondisi yang kurang menyenangkan, seperti seseorang yang telah berusaha sangat keras, tetapi merasa tidak mendapatkan hasil.. atau bisa juga ketika sedang mendapat musibah..

Kajian Islami : Pasrah dan Tawakkal kepada Allah

Sebelumnya, mari kita coba perhatikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dialami pembicara di majlis ta'lim kantor kami sebagai berikut,

Suatu hari guru saya dan beberapa temannya akan melakukan perjalanan ke luar kota, mereka pun telah memesan tiket kereta dari jauh-jauh hari.. lalu sibuk mempersiapkan segala perlengkapan perjalanan.. 

Ketika hari keberangkatan tiba, kegiatan pada hari itu tidak selesai sesuai jadwal, sehingga hanya ada waktu tersisa setengah jam sebelum jam kereta berangkat seperti yang tertera di tiket, dan merka pun akhirnya pasrah dan memutuskan untuk tidak berangkat karena menurut mereka tidak akan sempat waktu perjalanan ke stasiun.

Tetapi guru saya tetap memutuskan untuk berangkat ke stasiun, ketika ditanya, dia hanya bilang "Katanya pasrah sama Allah, Allah menyuruh kita tetap berusaha dan tawakkal, yasudah kita jalani.. kita tetap berusaha, kita akan tau hasilnya terlambat atau tidak ketika sampai di stasiun, karena hasil itu urusan Allah...  namanya juga pasrah".. mereka akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat ke stasiun, dan ketika mereka sampai, ternyata kereta yang mereka tumpangi mengalami keterlambatan kedatangan, dan baru berangkat tepat setelah rombongan duduk dikursi masing-masing.

Dari kisah tersebut dapat kita ambil kesimpulan, bahwa Allah melihat dan menilai proses kita berusaha, dan kita pun pasti sering mendengar kata-kata, manusia hanya bisa berusaha, hasilnya tetap kuasa Allah... itulah pasrah..

Dalam kehidupan, sering kali kita temukan kondisi dimana seseorang telah berusaha sedemikian kerasnya, bekerja sepanjang hari, berdoa siang dan malam..  lalu ketika keadaan tidak berubah jadi lebih baik, dia pun pasrah, dan berhenti berusaha..

Pertanyaannya, kepada siapa dia pasrah? 

apakah pasrah kepada Allah SWT, atau pasrah kepada keadaan.. 

apabila pasrah terhadap keadaan lalu berhenti berusaha, itu namanya menyerah dan putus asa.. bukan pasrah..

Allah SWT menyuruh umatnya untuk selalu berusaha, karena Allah menilai prosesnya, dan hasilnya adalah sepenuhnya kuasa Allah.. bahkan hadist menyebutkan, apabila kalian mempunyai biji kurma dan tahu besok akan kiamat, maka tanamlah biji kurma tersebut.. Secara logika, pohon kurma tidak akan tumbuh atau berbuah hanya dalam waktu kurang dari sehari, tetapi Allah SWT menilai proses.. Dia melihat usaha makhluk-makhluk ciptaanya, dan semua akan dapat balasannya walaupun mereka melakukan kebaikan atau keburukan sebesar biji zarrah...

Kesimpulannyua, apabila seseorang menyatakan pasrah pada Allah, seharusnya mereka terus berusaha, bukannya malah berhenti dan berputus asa..  dan berputus asa itu bukanlah sesuatu yang ringan atau sepele, karena dalam QS Yusuf ayat 12 tertulis, janganlah kalian berputus asa dari rakhmat Allah SWT, sesungguhnya tidak ada yang berputus asa, melainkan kaum yang kafir..  hayo loh :D

Pasrah itu seharusnya didepan, lalu berusaha... bukan berusaha, lalu pasrah..kemudian berhenti berusaha.

Sudah seharusnya kita melakukan segala usaha dan upaya hanya karena mengharap ridha Allah, karena Allah SWT lah Maha Kuasa atas hasil dari segala usaha yang kita lakukan... itulah kenapa setiap bepergian atau keluar rumah untuk bekerja, kita berdoa bissmillahi tawakkaltu 'alallah, walaahaula wala quwwata illabillah,dengan nama Allah,  aku berserah diri,  dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dari pertolongan Allah...

Wednesday, 9 September 2015

Kajian Islami : Cara Agar Terhindar dari Sedih, Marah, dan Kecewa

Assalamu'alaikum...


Siapa yang tau akan datangnya sebuah musibah, yaitu suatu kejadian yang membuat hati seorang mukmin merasa sakit.. walaupun karena hal yang kecil, namun tetap saja perasaan sedih, marah, kecewa, menyesal, atau galau tetap saja muncul dan mengganggu perasaan.. dalam kesempatan kali ini mari kita sedikit mengkaji beberapa cara agar hati kita terhindar dari perasaan sedih, marah, kecewa, atau menyesal, sesuai dengan doa sehari-hari yang mengharapkan kehidupan dunia yang khasanah dan akhirat yang khasanah, kehidupan dunia khasanah yaitu kehidupan yang terhindar dari penyakit-penyakit hati seperti sedih, marah, menyesal, iri, galau, dsb.

Kajian Islami : Cara Agar Terhindar dari Sedih, Marah, dan Kecewa
Kajian Islami : Cara Agar Terhindar dari Sedih, Marah, dan Kecewa



Dalam kajian Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 216, dijelaskan bahwa sesuatu yang kamu benci atau tidak kamu sukai bisa jadi sangat baik untukmu, dan bisa jadi sesuatu yang kamu sukai, padahal itu sangat buruk untukmu.. Disini sangat jelas bahwa sekecil atau sebesar apapun musibah yang dialami seorang muslim hendaknya tetap bersabar dan meminta pertolongan Allah agar mendapat hikmahnya, karena Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

Dalam beberapa ayat Al-Qur'an ada beberapa contoh nyata yang dialami para nabi dan rasul, seperti kisah Nabi Yusuf yang harus berpisah dengan ayahnya yaitu Nabi Yakub ketika ditinggalkan seorang diri didalam sumur sampai akhirnya dibawa pedagang yang lewat, atau Nabi Musa yang harus melemparkan anaknya kedalam sungai agar anaknya tidak jatuh ke tangan Fir'aun.. Kejadian-kejadian tersebut tentunya sangat menyakiti hati, tetapi Subhanallah, Maha Suci Allah, tidak pernah salah menempatkan seorang muslim dalam suatu situasi tanpa ada maksud yang baik, seperti yang dijelaskan dalam ayat tersebut diatas.

Hampir semua orang pasti pernah merasakan yang namanya sedih, kecewa, marah, atau menyesal, tetapi hanya beberapa orang saja yang bisa mengambil hikmah dari musibah tersebut karena memahami ayat diatas, contoh nyata dialami oleh kerabat guru ngaji kami dikantor yang sudah merencanakan untuk pulang ke Sulawesi dan memesan tiket pesawat sebulan sebelumnya, ketika tiba hari keberangkatan dan sudah tiba di airport, ternyata kursi yang sebelumnya dipesan telah diambil secara mendadak untuk kerabat pejabat, tentu saja hal ini sangat membuat dia marah, kecewa, dan tentunya sangat merasa sedih.. jadwal penerbangan dia pun diubah hari berikutnya.

Setelah beberapa waktu, terdengar kabar bahwa pesawat tersebut hilang kontak, dia pun lemas dan langsung bersyukur betapa beruntungnya dia, pesawat tersebut adalah pesawat Adam Air penerbangan 574 yang hilang dan jatuh di perairan Masalembo.

Saudaraku, masih banyak orang muslim yang gampang mengeluh setelah mendapat musibah, bahkan masih banyak yang sangat mudah merasa marah, sedih, kecewa, dan menyesal.. padahal bisa jadi itu baik bagi mereka. Banyak yang melakukan sesuatu karena ingin mendapat pujian, ketika tidak ada orang yang memperhatikan, langsung marah, kecewa.. padahal sudah jelas Alhamdulillah, Segala Puji Hanya Bagi Allah.. Banyak yang tidak sabar dan marah ketika menjalani kehidupan berkeluarga, padahal itu baik bagimu, bisa membuatmu menjadi orang yang sabar, agar Allah ridho kepadamu.

Kecewa, marah, sedih, dan menyesal muncul karena ada keinginan yang tidak terpenuhi, padahal sudah jelas, hanya Allah Maha Mengetahui baik atau buruknya sesuatu. Ketika mendapat musibah, Rasulullah bersabda, tidaklah seorang muslim tertimpa musibah lalu ia mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun, Ya Allah, berilah pahala kepadaku di dalam musibah ini, dan berikan ganti dengan yang lebih baik.

Mudah-mudahan dengan kajian ini, bisa jadi nasihat dan pengetahuan bagi saya sendiri dan pembaca semuanya, semoga bermanfaat agar kita senantiasa bersyukur atas segala hal terbaik yang Allah berikan untuk kita. aamiin.

Monday, 24 August 2015

Tips Agar Sholat Khusyu

Assalamu'alaikum.....


    Alhamdulillah, kali ini saya mau mencoba untuk membahas tentang tingkatan dalam sholat dan sedikit menjelaskan apa itu khusyu. Tentunya pembaca sering sekali mendengar tentang sholat itu harus khusyu, lalu sebenarnya sholat yang khusyu itu yang bagaimana sih?

Tips Agar Sholat Khusyu
ilustrasi sholat

    Dalam Al-Qur'an surat Al Mu'minun ayat 2, salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang khusyu dalam sholatnya, yang senantiasa selalu menjaga dan memelihara sholatnya, lalu untuk pengertian sholat yang khusyu sendiri dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 46,  yaitu mereka yang yakin bahwa mereka bertemu dengan Tuhannya, dan mereka menyadari bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya.

     Kebanyakan orang mengira bahwa sholat yang khusyu adalah sholat yang dilakukan dengan konsentrasi tinggi, padahal dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa sholat yang khusyu adalah yang merasa benar-benar merasakan kehadiran Allah dalam setiap ucapan dan gerakan sholatnya. Dalam hal ini, cara yang paling mudah adalah dengan mempelajari arti dari ucapan-ucapan sholat itu sendiri, seperti belajar arti atau terjemahan doa Iftitah, Al Fatihah, dan ucapan-ucapan seperti yang biasa dilakukan ketika sedang ruku dan sujud, dengan begitu kita bisa merasa benar-benar seperti sedang berbicara langsung dengan Allah, karena arti dalam setiap ucapan-ucapan sholat itu sendiri ada yang berarti kita sedang memuji Allah, meminta pertolongan Allah, memohon ampun, dan sebagainya.

    Ada beberapa tingkatan seorang muslim dalam sholat, yaitu sebagai berikut:

1. Daimun
    Bisa diartikan dengan pembiasa, pada level ini orang tsb tidak pernah meninggalkan sholatnya, tetapi tidak mendirikan sholat, asal selesai dan sudah melakukan sholat, apabila belum sholat merasa ada yang kurang, atau seperti masih berhutang.

2. Haafidzun
    Pemelihara sholat, senantiasa selalu memelihara sholatnya, berusaha agar selalu sholat diawal waktu, menjaga kebersihan dan kerapian ketika sholat, dan selalu mencari kekurangan dalam sholatnya, disini 50% usaha, dan 50% pertolongan Allah. Contoh ketika sudah mendapat pertolongan Allah adalah muncul perasaan yang tidak enak apabila menunda sholat, tidak nyaman ketika sholat terburu-buru.

3. Khaasyiun: khusyu
    Disini 100% hadiah dari Allah karena senantiasa memelihara dan menjaga sholatnya (haafidzun) , di level ini seorang mukmin sangat menikmati sholatnya, sehari-hari selalu menanti waktu sholat tiba, dan biasanya betah berlama-lama sholatnya, karena memang sedang menikmati berdialog langsung dengan Allah yang amat sangat dicintai.

    Jadi sholat yang khusyu itu merupakan hadiah dari Allah dan tidak bisa disengaja, tetapi bisa diusahakan dengan selalu senantiasa berusaha menjaga dan memelihara sholatnya, seperti yang pernah saya bahas sebelumnya di artikel perbedaan melakukan dan mendirikan sholat .

    Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semuanya, Insya Allah kita bisa membagi informasi kembali di artikel berikutnya.

Thursday, 13 August 2015

Pengertian Rabb dalam Islam

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...


    Ya Allah, Ya Rabb...
    Tentunya para pembaca sering mendengar atau membaca kalimat seperti diatas, atau bahkan pembaca selalu menggunakan kalimat tersebut ketika sedang berdoa. Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk share pengertian Rabb dalam Islam.

muslimah sedang berdoa


    Hampir semua umat muslim ketika berdoa menggunakan kata Rabb sebagai salah satu kata ganti Tuhan, dan apabila kita mengkaji Al-Qur'an surat Yusuf ayat 41 dan 42, dijelaskan bahwa kata Rabb bukan hanya berarti Tuhan, tetapi bisa juga tuan, sehingga bisa disimpulkan pengertian Rabb adalah penentu, pengatur, pemelihara, pendidik, yang memberi dan memenuhi keperluan, dan sebaik-baik itu semua hanya Allah SWT. Jadi ketika seorang muslim meyakini sepenuhnya bahwa yang bisa melakukan itu semua hanyalah Allah, maka Rabb untuk seorang muslim tersebut adalah Allah.

    Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita temui suatu keadaan dimana kita lebih mempercayai sesuatu yang lain sebagai penentu, hati-hati, karena ini hal tersebut sudah termasuk dalam kategori syirik rubbubiyah, atau sikap yang meyakini ada selain Allah sebagai penentu, pengatur, pemelihara, pendidik, dan pemberi segala keperluan.

    Beberapa contoh nyata sikap syirik rubbubiyah dalam kehidupan sehari-hari

    - Ketika sakit dan meminum obat, kita percaya bahwa obatlah yang akan memberi kesembuhan
    - Hanya mau memasukan anak ke sekolah favorit, karena percaya sekolah yang akan mendidik anaknya. Salah satu cara yang paling ampuh untuk mendidik anak adalah dengan cara memperbaiki hubungan dengan Allah, nanti Allah-lah yang akan mendidik anak kita.
    - Meyakini benda-benda seperti keris, batu akik, jimat, bisa mengatur atau merubah sesuatu, apalagi kalau sampai diandalkan.
    - Meyakini dan mengandalkan uang dapat memecahkan semua masalah, merubah keadaan, menenangkan hati dan memenuhi keperluan.

    Masih banyak lagi contoh-contoh nyata syirik atau tidak menganggap Allah sebagai Rabb yang mungkin tanpa sadar dilakukan banyak umat muslim dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal tersebut diatas biasa dibilang lumrah atau wajar di jaman sekarang, namun ternyata sudah termasuk dalam golongan syirik. Naudzubillah.. kami berlindung kepada Allah terhadap syaitan.

    Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menghindari hal tersebut?
   
    Tauhid rubbubiyah, yaitu meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah satu-satunya penentu, pengatur, pemelihara, pendidik, dan pemberi serta yang memenuhi keperluan. Dalam kajian Al-Quran surat Al A'raf ayat 11 dijelaskan bahwa iblis sangat yakin dan percaya atas keberadaan dan kekuasaan Allah karena menyaksikan penciptaan Nabi Adam, namun menolak untuk bersujud padanya, sehingga termasuk golongan kafir ( Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 34 ), lalu iblis juga secara terang-terangan meminta sama Allah agar diberikan umur panjang sesuai dalam terjemahan Al-Quran surat Al A'raf ayat 14 , dan Allah memberikan umur panjang sampai waktu manusia dibangkitkan di hari akhir nanti.

    Iblis yang sudah jelas kafir saja meyakini keberadaan Allah, bahkan ngobrol dengan Allah, dan iblis juga mengakui hanya kepada Allah sebaik-baik tempat memohon dan meminta. Sedangkan banyak dari umat muslim yang masih belum mampu atau bahkan belum mau mengakui bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya...

Hanya Allah Maha Mengetahui...




  Dialah Maha Pencipta Maha Mengetahui. Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : "Jadilah!" maka jadilah ia. Maha Suci Allah di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.

Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 82-83