Monday, 24 August 2015

Tips Agar Sholat Khusyu

Assalamu'alaikum.....


    Alhamdulillah, kali ini saya mau mencoba untuk membahas tentang tingkatan dalam sholat dan sedikit menjelaskan apa itu khusyu. Tentunya pembaca sering sekali mendengar tentang sholat itu harus khusyu, lalu sebenarnya sholat yang khusyu itu yang bagaimana sih?

Tips Agar Sholat Khusyu
ilustrasi sholat

    Dalam Al-Qur'an surat Al Mu'minun ayat 2, salah satu ciri orang yang beriman adalah orang yang khusyu dalam sholatnya, yang senantiasa selalu menjaga dan memelihara sholatnya, lalu untuk pengertian sholat yang khusyu sendiri dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 46,  yaitu mereka yang yakin bahwa mereka bertemu dengan Tuhannya, dan mereka menyadari bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya.

     Kebanyakan orang mengira bahwa sholat yang khusyu adalah sholat yang dilakukan dengan konsentrasi tinggi, padahal dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa sholat yang khusyu adalah yang merasa benar-benar merasakan kehadiran Allah dalam setiap ucapan dan gerakan sholatnya. Dalam hal ini, cara yang paling mudah adalah dengan mempelajari arti dari ucapan-ucapan sholat itu sendiri, seperti belajar arti atau terjemahan doa Iftitah, Al Fatihah, dan ucapan-ucapan seperti yang biasa dilakukan ketika sedang ruku dan sujud, dengan begitu kita bisa merasa benar-benar seperti sedang berbicara langsung dengan Allah, karena arti dalam setiap ucapan-ucapan sholat itu sendiri ada yang berarti kita sedang memuji Allah, meminta pertolongan Allah, memohon ampun, dan sebagainya.

    Ada beberapa tingkatan seorang muslim dalam sholat, yaitu sebagai berikut:

1. Daimun
    Bisa diartikan dengan pembiasa, pada level ini orang tsb tidak pernah meninggalkan sholatnya, tetapi tidak mendirikan sholat, asal selesai dan sudah melakukan sholat, apabila belum sholat merasa ada yang kurang, atau seperti masih berhutang.

2. Haafidzun
    Pemelihara sholat, senantiasa selalu memelihara sholatnya, berusaha agar selalu sholat diawal waktu, menjaga kebersihan dan kerapian ketika sholat, dan selalu mencari kekurangan dalam sholatnya, disini 50% usaha, dan 50% pertolongan Allah. Contoh ketika sudah mendapat pertolongan Allah adalah muncul perasaan yang tidak enak apabila menunda sholat, tidak nyaman ketika sholat terburu-buru.

3. Khaasyiun: khusyu
    Disini 100% hadiah dari Allah karena senantiasa memelihara dan menjaga sholatnya (haafidzun) , di level ini seorang mukmin sangat menikmati sholatnya, sehari-hari selalu menanti waktu sholat tiba, dan biasanya betah berlama-lama sholatnya, karena memang sedang menikmati berdialog langsung dengan Allah yang amat sangat dicintai.

    Jadi sholat yang khusyu itu merupakan hadiah dari Allah dan tidak bisa disengaja, tetapi bisa diusahakan dengan selalu senantiasa berusaha menjaga dan memelihara sholatnya, seperti yang pernah saya bahas sebelumnya di artikel perbedaan melakukan dan mendirikan sholat .

    Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semuanya, Insya Allah kita bisa membagi informasi kembali di artikel berikutnya.

Thursday, 13 August 2015

Pengertian Rabb dalam Islam

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...


    Ya Allah, Ya Rabb...
    Tentunya para pembaca sering mendengar atau membaca kalimat seperti diatas, atau bahkan pembaca selalu menggunakan kalimat tersebut ketika sedang berdoa. Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk share pengertian Rabb dalam Islam.

muslimah sedang berdoa


    Hampir semua umat muslim ketika berdoa menggunakan kata Rabb sebagai salah satu kata ganti Tuhan, dan apabila kita mengkaji Al-Qur'an surat Yusuf ayat 41 dan 42, dijelaskan bahwa kata Rabb bukan hanya berarti Tuhan, tetapi bisa juga tuan, sehingga bisa disimpulkan pengertian Rabb adalah penentu, pengatur, pemelihara, pendidik, yang memberi dan memenuhi keperluan, dan sebaik-baik itu semua hanya Allah SWT. Jadi ketika seorang muslim meyakini sepenuhnya bahwa yang bisa melakukan itu semua hanyalah Allah, maka Rabb untuk seorang muslim tersebut adalah Allah.

    Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita temui suatu keadaan dimana kita lebih mempercayai sesuatu yang lain sebagai penentu, hati-hati, karena ini hal tersebut sudah termasuk dalam kategori syirik rubbubiyah, atau sikap yang meyakini ada selain Allah sebagai penentu, pengatur, pemelihara, pendidik, dan pemberi segala keperluan.

    Beberapa contoh nyata sikap syirik rubbubiyah dalam kehidupan sehari-hari

    - Ketika sakit dan meminum obat, kita percaya bahwa obatlah yang akan memberi kesembuhan
    - Hanya mau memasukan anak ke sekolah favorit, karena percaya sekolah yang akan mendidik anaknya. Salah satu cara yang paling ampuh untuk mendidik anak adalah dengan cara memperbaiki hubungan dengan Allah, nanti Allah-lah yang akan mendidik anak kita.
    - Meyakini benda-benda seperti keris, batu akik, jimat, bisa mengatur atau merubah sesuatu, apalagi kalau sampai diandalkan.
    - Meyakini dan mengandalkan uang dapat memecahkan semua masalah, merubah keadaan, menenangkan hati dan memenuhi keperluan.

    Masih banyak lagi contoh-contoh nyata syirik atau tidak menganggap Allah sebagai Rabb yang mungkin tanpa sadar dilakukan banyak umat muslim dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal tersebut diatas biasa dibilang lumrah atau wajar di jaman sekarang, namun ternyata sudah termasuk dalam golongan syirik. Naudzubillah.. kami berlindung kepada Allah terhadap syaitan.

    Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menghindari hal tersebut?
   
    Tauhid rubbubiyah, yaitu meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah satu-satunya penentu, pengatur, pemelihara, pendidik, dan pemberi serta yang memenuhi keperluan. Dalam kajian Al-Quran surat Al A'raf ayat 11 dijelaskan bahwa iblis sangat yakin dan percaya atas keberadaan dan kekuasaan Allah karena menyaksikan penciptaan Nabi Adam, namun menolak untuk bersujud padanya, sehingga termasuk golongan kafir ( Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 34 ), lalu iblis juga secara terang-terangan meminta sama Allah agar diberikan umur panjang sesuai dalam terjemahan Al-Quran surat Al A'raf ayat 14 , dan Allah memberikan umur panjang sampai waktu manusia dibangkitkan di hari akhir nanti.

    Iblis yang sudah jelas kafir saja meyakini keberadaan Allah, bahkan ngobrol dengan Allah, dan iblis juga mengakui hanya kepada Allah sebaik-baik tempat memohon dan meminta. Sedangkan banyak dari umat muslim yang masih belum mampu atau bahkan belum mau mengakui bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya...

Hanya Allah Maha Mengetahui...




  Dialah Maha Pencipta Maha Mengetahui. Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : "Jadilah!" maka jadilah ia. Maha Suci Allah di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.

Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 82-83


     

Thursday, 6 August 2015

Perbedaan Melakukan dan Mendirikan Sholat

Assalamu'alaikum...


    Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan untuk kembali menulis artikel kajian islam , seperti yang saya tuliskan pada artikel sebelumnya tentang Sholat itu ngapain? , dalam artikel tersebut saya sebutkan bahwa pada kenyataanya masih sangat banyak warga muslim yang masih belum tau apa aja yang dia lakukan atau ucapkan ketika sedang sholat, sedangkan sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk terus menerus mencari ilmu bahkan sampai akhir hayat. Sholat merupakan hal yang paling mudah, sekaligus hal yang paling sulit dilakukan, disitulah sebenarnya perbedaan orang yang mengerjakan sholat dengan orang yang mendirikan sholat.

Ilustrasi sholat


    Orang yang mendirikan sholat senantiasa berusaha menjaga kualitas sholatnya, mengoreksi kesalahan pada tiap sholatnya, dan selalu mencari ilmu atau informasi agar sholatnya sempurna, menjaga adab-adab sholat, tidak mencari pahala atau upah. Mendirikan sholat dan selalu menjaga kualitas sholatnya adalah salah satu ciri orang mukmin. Sedangkan orang yang mengerjakan sholat, mereka cenderung yang penting sudah selesai, kurang memperhatikan kualitasnya, lebih mementingkan kuantitas, karena beberapa masih melakukan sholat hanya karena kewajiban dan kebiasaan, bahkan ada yang merasa kalau sholat itu adalah utang yang harus dibayar, kalau belum sholat merasa berhutang atau ada yang kurang, setelah selesai sholat langsung menghitung pahala.

Daimun adalah salah satu tingkatan sholat dimana seorang Islam melakukan sholat karena kebiasaan dan tidak pernah meninggalkan sholat, tetapi tidak memelihara dan memperhatikan kualitasnya.

    Dalam kajian Al-Qur'an Surat Al An'am ayat 92 disebutkan bahwa orang-orang yang beriman tentang adanya kehidupan di akhirat senantiasa beriman kepada Al-Qur'an, dan mereka memelihara sholatnya. Dan dalam kajian Al-Qur'an Surat Al Mu'minun ayat 9 disebutkan juga bahwa orang yang beriman adalah orang yang senantiasa memelihara dan menjaga waktu sholatnya.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga dan memelihara sholat menurut pembimbing majelis ta'lim yang diadakan setiap jum'at dikantor tempat saya bekerja:
    
    1. Senantiasa berusaha untuk sholat pada awal waktu, tidak menunda-nunda waktu sholat, ini kerjaan setan, karena kebanyakan menunda sholat karena masih sibuk dengan urusan dunia. Padahal sudah jelas urusan akhirat jauh lebih penting seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel Perbandingan Dunia dan Akhirat .

    2. Kebenaran gerakan dan ucapan , banyak referensi dan dalil mengenai gerakan dan ucapan sholat yang benar, mudah-mudahan di kesempatan lain bisa dijelaskan lebih detail mengenai hal ini.

    3. Kebersihan dan kerapihan pakaian dan tempat. Hal ini kadang disepelekan, tapi banyak orang yang tanpa sadar lebih memperhatikan kedua hal ini ketika ada acara khusus dengan sesama manusia ketimbang ketika akan berdialog dengan Allah.

    4. Kesopanan. Kurang lebih sama dengan poin sebelumnya , dalam sholat banyak sekali ucapan pujian, ikrar, maupun permohonan ampun, sadar kalau sholat itu sedang berhadapan dan dialog dengan Allah yang amat sangat dicintai. Akan sangat tidak sopan kalau mengucapkan hal-hal tersebut dengan cepat atau terburu-buru, bukan?

    5. Kebenaran niyat. Sholat itu untuk apa, dan untuk siapa. Bukan untuk melakukan apa, dalam beberapa kajian ayat Al-Qur'an disebutkan kalau sholat itu Dzikrullah, atau berdialog dengan Allah, banyak orang yang ketika melafazkan niyat di awal sholat lillahi ta'ala atau hanya karena Allah dan untuk Allah, tetapi ditengah sholat berubah jadi sholat agar dilancarkan usahanya, atau agar tenang hati nya. Niyat ini selalu mengiringi perbuatan, bukan sebelum berbuat atau setelahnya. Inilah yang dipelihara oleh orang mukmin. 

    Demikianlah beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk memelihara sholat, tentunya saya menerima kritik atau koreksi. Hanya Allah Maha Mengetahui. Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat dan Allah selalu ridha kepada para pembaca. Aamiin.

" ..marilah mendirikan sholat, marilah menuju kemenangan.. "

Tuesday, 4 August 2015

Sholat Itu Ngapain ?

Assalamu'alaikum... 


    Bagi seorang muslim, atau yang mengaku beragama islam pasti tahu kalau sholat adalah tiang agama, separah-parahnya seorang muslim pasti pernah melakukan sholat. Seperti halnya berdoa yang telah dibahas di artikel sebelumnya, di postingan Doa bagi Seorang Muslim. Terkadang seseorang menilai ketaatan seorang muslim dari rajin atau tidaknya dia mendirikan sholat. Tetapi apa pembaca pernah berpikir, kalian sholat buat apa? ketika sholat itu kalian sebenarnya ngapain ?

Seorang anak kecil mengikuti gerakan sholat

    Banyak orang yang kesulitan menjawab pertanyaan tersebut dengan benar, kebanyakan orang menjawab karena sholat itu wajib bagi seorang muslim. Beberapa rekan saya yang non-muslim merasa tidak puas dengan jawaban tersebut, karena menurut mereka setiap agama juga pasti mempunyai kewajiban atau aturan bagi pemeluknya. Seperti misalnya beribadah dengan menyanyikan lagu-lagu pujian, atau ada yang dengan berdiam diri. Lalu, sebenarnya apa yang kita lakukan ketika sedang sholat ?

Banyak umat muslim yang tidak pernah meninggalkan sholat, tetapi bahkan tidak tahu arti ucapan-ucapan ketika sholat.

    Sebagaimana Rasulullah bersabda bahwa mencariilmu itu fardhu atau wajib bagi semua umat Islam, sudah seharusnya kita senantiasa terus mencari ilmu, menambah pengetahuan, apalagi mengenai hal yang dilakukan hampir setiap saat, seperti berdoa, dan mendirikan sholat. Kenapa sekarang saya menggunakan istilah mendirikan bukan melakukan? karena kebanyakan masih hanya melakukan sholat, yang penting selesai, yang penting sudah gugur kewajiban, sedangkan mendirikan sholat lebih mementingkan kualitas dari sholat itu sendiri, memahami apa yang sedang diucapkan, mengerti adab-adab tentang sholat dan hal-hal lain seperti di artikel Sebab Sholatmu Tidak Diterima ,  dan yang paling penting adalah dapat merasakan kehadiran Allah dalam setiap gerakan dan ucapan sholatmu. Maha Suci Allah... 

    Ketika seseorang telah belajar tentang ucapan-ucapan sholat dan artinya, saya yakin pasti akan berpengaruh banyak pada kehidupan sehari-hari orang tsb, karena di dalam sholat terdapat kalimat-kalimat pujian, kalimat ikrar hanya kepada Allah kita mengabdi, meminta pertolongan agar lurus ke surganya, dan banyak lagi. Tentunya akan sangat ironis dan betapa idihnya apabila ketika sholat selalu mengucapkan kalimat-kalimat tsb dan mengulangnya sampai beberapa kali dalam sehari namun di kehidupan nyata justru selalu melakukan maksiat atau hal yang dibenci Allah, bukan ?.. mudah-mudahan kita bukan termasuk golongan orang yang munafik.. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.
 
Ketika engkau ingin Allah berbicara padamu, maka bacalah Al-Qur'an , apabila engkau ingin berbicara dengan Allah, maka dirikanlah sholat.

Friday, 31 July 2015

Orang yang Sholatnya Tidak Diterima

Assalamu'alaikum.....

    Sholat adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan seorang muslim, hampir semua muslim diajari cara untuk sholat dari kecil, baik dari gerakan-gerakannya, sampai dengan bacaan dan doa-doanya. Dengan jumlah sholat fardhu atau sholat wajib itu 5 waktu dalam sehari, jadi nggak bisa kebayang kan berapa banyak jumlah rakaat yang sudah dilaksanakan seorang muslim kalau sudah memasuki umur dewasa? pasti banyak sekali, apalagi kalau ditambah dengan sholat sunnah.. tapi apakah pembaca tahu kalau ada beberapa sebab sholat tidak diterima?

warga muslim sedang melakukan sholat

Namun, Rasulullah SAW pernah bersabda tentang 5 golongan muslim yang tidak diterima sholatnya, nah loh.. Pastinya akan sangat disesali apabila sholat yang sudah dilakukan selama puluhan tahun ternyata tidak diterima,bukan?

Berikut daftar golongan yang tidak diterima sholatnya menurut Rasulullah,
1. Sholat seorang istri yang sedang marah kepada suaminya.
2. Sholat seorang hamba yang sedang lari dari majikannya.
3. Sholat seseorang yang dengan sengaja tidak mau berurusan / ngambek dan tidak mau menyapa atau ngobrol dengan saudaranya sendiri lebih dari tiga hari.
4. Sholat seorang muslim yang terus-terusan mabuk atau minum-minuman keras.
5. Sholat seorang imam suatu kelompok yang dibenci oleh kelompoknya sendiri, tapi terus menjadi imam ketika mereka sholat. Baik itu dibenci karena akhlaknya yang dirasa kurang, beberapa kali salah bacaan, padahal masih ada yang lebih baik dari imam tsb.

Apakah pembaca ada yang merasakan beberapa hal yang disebutkan diatas? kalau ada, mudah-mudahan bisa diperbaiki, karena pastinya akan sangat sayang apabila sholat kita tidak diterima.


sumber: islampos